Archive for November, 2009

Taktis di saat Krisis, Sustainable Marketing Melalui CSR




Sejumlah perusahaan tampaknya kini mulai berajak dari paradigma lama menerapkan strategi pemasaran dan menggantinya menjadi pola pemasaran berkelanjutan atau sustainable marketing. Suka atau tidak, kompetisi yang semakin ketat menjadikan para pemain di pasar terus memutar otak untuk meraih simpati dan meraih daya beli konsumen. Tak hanya melalui model pemasaran tradisional, bahkan belakangan sejumlah praktisi mulai memutar otak menuju model pemasaran modern yang lebih terintegrasi.

Lalu model pemasaran apa yang kini mulai diterapkan oleh perusahaan? Krisis agaknya telah menjadi pemicu bagi para pelaku bisnis untuk terus mendengungkan efisiensi. Atas dalih efisiensi berapa sejumlah perusahaan kelas korporat hingga kelas teri pun berlomba-lomba menerapkan efisiensi. Mulai dari mengurangi anggaran setiap divisi sampai dengan merumahkan karyawannya. Adalah Astra Internasional, salah satu perusahaan yang merupakan market leader di sektor otomotif yang kemudian tak lantas latah membabi buta melakukan efisiensi.

Tak dipungkiri, sebagai Holding Company Astra Internasional memang telah melakukan lay off pada sejumlah karyawannya. Meskipun demikian Astra juga terus melakukan terobosan dengan menerapkan efisiensi secara internal. “Go Green” company begitulah kiranya tema yang tengah diusung oleh perusahaan yang tak pernah absen menjadi market leader dalam industri otomotif ini. Meski pada awalnya terkesan muskil, namun toh dengan upaya ini, usaha Astra telah menunjukkan titik terang. Konsep pencitraan dan corporate branding yang berbeda begitulah kiranya yang hendak didengungkan produsen motor Honda ini. Menariknya, program go green yang sudah diinternalisasikan di Astra juga ikut berpengaruh dalam operasionalnya. Beberapa upaya seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, penghematan energi seperti listrik dan air konon tengah dicobakan di Astra dan beberapa anak perusahaan secara internal.

Berbeda dengan Astra, sejumlah Bank seperti BNI 46, Bank Danamon dan Bank Permata belakangan juga mulai melakukan aktivitas yang mengarah pada pencitraan perusahaan sebagai perusahaan yang ramah lingkungan. Beberapa tindakan seperti penggunaan bahan kertas seminimal mungkin seperti yang diterapkan Bank Permata, Bank Danamon melalui kegiatan Danamon Peduli, BNI 46 dengan kegiatan sosialnya sedikit banyak telah mempengaruhi image perusahaan.

Salah Kaprah Tentang CSR

Banyak perusahaan yang akhir-akhir ini terus gencar melakukan kegiatan social dan kemudian mengklaimnya sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibilites (CSR). Pemahaman yang salah mengenai CSR telah menjadikan konsep CSR semakin kabur dan tidak jelas. Ironisnya, campur aduk CSR dan kegiatan sosial justru tak dipahami dengan benar.

Konsep CSR sejatinya merupakan bagian dari upaya pemberdayaan sosial yang hendak disandingkan dengan kepentingan perusahaan. Sejalan dengan kewajiban perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial melalui undang-undang CSR tahun 2007, implementasi CSR sejatinya bukan sekadar bagi-bagi sembako kepada kaum miskin atau sekadar penanaman 1000 pohon. Dalam konsep pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, konsep CSR hendaknya dilakukan dalam jangka panjang melalui program-program yang mampu menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat atau pun komunitas. Itu artinya CSR haruslah memiliki dampak secara ekonomi dan sosial.

Pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan UKM yang merupakan pola kemitraan antara perusahaan dan masyarakat mungkin bisa jadi salah satu alternatif. Melalui cara ini perusahaan bisa membangun kemitraan dan meningkatkan kepedulian mereka. Tengok saja pada apa yang dilakukan Marta Tilaar dengan memberikan pelatihan bagi para penjual jamu. Selain mendorong pencitraan perusahaan dan sekaligus corporate branding, strategi ini juga dapat meningkatkan market growth dari produk keluaran Martha Tilaar, terutama untuk produk-produk jamu di kelas menengah.


Be the first to comment - What do you think?  Posted by - November 30, 2009 at 8:54 pm

Categories: Pemasaran   Tags: ARTIKEL PEMASARAN, CRM, CRS, CSR, Sustainable Marketing Melalui CSR, Taktis di saat Krisis

Strategi Menembus Pasar Luar Negeri Melalui Internet

INTERNET adalah sebuah jaringan komputer dunia, yang tidak mengenal batas antara negara. Kita bisa terhubung dengan siapa saja di belahan dunia lain melalui Internet dengan begitu mudahnya. Dengan karakter seperti itu, semestinya Internet dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk menembus pasar ekspor. Kita bisa menjual barang ke manca negara tanpa harus melakukan pameran di luar negeri atau bertemu langsung dengan calon buyer secara langsung.



Jika kita berhasil menembus pasar ekspor hanya melalui Internet, maka margin usaha kita akan tinggi, mengingat salah satu biaya terbesar eksportir adalah biaya promosi roadshow di luar negeri.

Bagaimana strateginya? Di bawah ini saya uraikan beberapa strategi mendasar yang wajib dilakukan.

Memiliki Situs Web yang Sesuai Pasar

Memiliki situs web adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk menembus ekspor via Internet. Melalui situs web inilah calon pembeli mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai siapa kita, barang apa saja yang diproduksi, berapa besar kapasitas produksi, bagaimana kualitas barang, serta informasi pendukung lainnya. Anggaplah ini sebagai catalog produk yang biasanya dicetak oleh para eksportir dan disebarluaskan ke calon-calon buyernya di berbagai Negara. Bedanya, di situs web kita bisa memperbarui produk-produk dengan mudah dan cepat sehingga calon buyer selalu mendapat informasi terbaru.

Tentu saja, situs web bukan hanya pengganti katalog produk. Situs web juga sebuah media komunikasi yang interaktif dengan calon pembeli. Oleh karena itu, situs web harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk berkomunikasi langsung, baik dalam bentuk email maupun chat.

Kecuali itu, karakter situs harus disesuaikan dengan karakter pasar. Jika ingin lebih mudah menembus pasar Eropa misalnya, desain situs web sebaiknya sederhana, klasik, tanpa animasi aneh-aneh, karena memang seperti itulah kebanyakan karakter desain Eropa. Sebaliknya, jika ingin menembus Amerika Serikat, karakter desain yang modern kreatif akan mempermudah orang Amerika untuk tertarik membuka situs web kita.

Untuk bahasa, apa boleh buat, bahasa Inggris adalah sebuah keharusan. Namun jika ingin lebih efektif lagi menembus Eropa, buat beberapa versi bahasa untuk negara-negara yang lebih nyaman dengan bahasa ibunya, misalnya Perancis dan Spanyol.

Search Engine Friendly

Pengguna Internet memiliki perilaku khusus dalam hal mencari informasi produk. Mereka tidak terlalu suka langsung masuk ke situs web sebuah perusahaan dan mencari informasi produknya di sana. Mereka lebih senang mencarinya melalui search engine seperti Google, Yahoo!, MSN Live dan lainnya. Statistik dari berbagai lembaga riset menunjukkan, sekitar 68% pengguna Internet mencari informasi produk melalui mesin pencarian.

Oleh karena itu, wajib hukumnya memiliki situs web yang search engine friendly. Situs yang memenuhi standar ini akan mudah dan cepat diindeks oleh berbagai search engine utama, seperti Google, Yahoo! dan MSN Live. Banyak perusahaan yang seringkali abai dengan hal-hal semacam ini. Perhatian mereka lebih terfokus pada tampilan – indah tidaknya – sebuah situs. Padahal, search engine friendly ini justru memiliki nilai startegis agar mudah dicari pengguna Internet.

Menguasai Keyword yang Tepat

Jika kita berjualan furniture, maka kita harus melakukan audit, apakah ketika pengguna Internet mengetik keyword atau kata-kata kunci yang berkaitan dengan furniture itu, situs kita berada di halaman hasil pencarian yang strategis? Tidak harus no nomor satu hasil pencarian. Berada di halaman satu hasil pencarian sudah cukup bagus. Bagaimana pun, pengguna Internet masih rela membaca hasil pencarian sampai halaman ke lima.

Meski demikian, penguasaan kata kunci pun perlu strategi khusus. Saya sering bertemu dengan pemilik situs yang bangga bahwa kata kunci nama domiannya menduduki nomor satu hasil pencarian di search engine. Sebenarnya itu hal yang biasa saja. Yang justru harus diriset dengan serius adalah, kata kunci apa yang diketik oleh calon buyer kita berkaitan dengan produk yang kita tawarkan. Ketika kita menjual handphone misalnya, akankah menggunakan kata kunci handphone, mobile phone, atau cell phone? Memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan produk yang kita jual ke negara-negara tertentu amat strategis dalam menembus ekspor.

Promosi Online

Meski calon buyer akan datang dengan sendirinya jika situs kita search engine friendly dan menguasai keyword yang tepat, tetap saja sebuah web yang berorientasi penjualan harus dipromosikan dengan serius untuk mendapatkan pengunjung berkualitas. Sedikitnya ada tiga hal yang penting dilakukan.

Pertama, bergabung dengan e-marketplace dunia, seperti Alibaba.com, Globalsources.com dan eBay.com serta emarket place vertical yang sesuai dengan produk yang kita jual. Di tempat maya itulah para buyer dan seller seluruh dunia bertemu. Memang di sana persaingan amat ketat, banyak penjual produk yang sama dari negara lain atau bahkan dari sesama perusahaan Indonesia. Namun dari situlah kita akan mudah ditemukan oleh calon pembeli yang serius.

Kedua, bergabung dengan social networking dunia. Karena yang bergabung di social networking itu manusia, maka sebaiknya eksekutif perusahaan, bukan perusahaanya, yang bergabung ke socian networking itu. Jika ingin menembus pasar luar negeri, maka salah satu yang saya rekomendasikan adalah Linkedin.com. Inilah jaringan social dunia maya para eksekutif dan pebisnis dunia. Masuklah ke sana, bergabunglah dengan kelompok-kelompok orang yang diasumsikan membutuhkan produk kita.

Ketiga, promosi melalui Google Adwords, yang amat bermanfaat ketika kita tidak mampu menguasai keyword-keyword tertentu.

Paham Seluk Beluk Ekspor

Ini langkah strategis yang harus disiapkan jauh-jauh hari. Percuma saja kita mendapatkan banyak potential buyer jika kita pada akhirnya tidak bisa mengirim barangnya ke negara tujuan karena tidak paham prosedur ekspor. Hal lain yang harus jadi perhatian adalah soal pembayaran. Kita harus paham betul soal LC dan prosedur pembayaran gara jangan sampai kita tertipu. Selalu ada saja peluang kita ditipu oleh buyer yang mau menerima barang tapi enggan membayar. Apalagi di dunia Internet, di mana kita tidak pernah bertemu dengan buyer kita.

Oleh karena itu, lengkapilah diri dengan ilmu ekspor impor.

Selamat menembus pasar luar negeri melalui dunia maya!


Incoming search terms:

  • Cara pemasaran di internet jaringan luar negri

1 comment - What do you think?  Posted by - at 8:51 pm

Categories: BISNIS INTERNET   Tags:

bisnis internet mudah?



Click here to get Pemburu Dollar

Banyak sekali tawaran menggiurkan di internet, bagaimana anda bisa kaya dari bisnis dunia maya ini dalam waktu semalam (janjinya sihh..)
Sebenarnya benar ga sih?
Saya bisa dengan lantang berkata : ga mungkin!
Bisnis internet tak ubahnya bisnis offline, artinya perlu adanya pengorbanan baik waktu, tenaga dan bahkan biaya!
Lalu apa sih yang pertama harus saya lakukan?saya tertarik sekali dengan bisnis ini!
Saya bisa kasih saran : yang pertama anda lakukan adalah keinginan kuat untuk memulai.
Anda harus memiliki keinginan luar biasa dalam diri anda dan yakin untuk dapat merubah potensi diri anda untuk sesuatu yang menghasilkan!
Kedua : pemahaman yang benar!
Untuk point kedua ini, anda harus memiliki pengetahuan yang cukup sebagai dasar memulai pijakan anda di jalan panjang menuju kesuksesan.
Beruntung, salah seorang teman saya meluncurkan sebuah special report yang bisa anda download gratis disini:
===> http://pemburudollar.net/?go=2880
nah, disana anda akan menemukan banyaak banget pengetahuan tentang bisnis internet yang saya yakin akan bermanfaat untuk anda dalam memulai bisnis ini!
saya tunggu di member area ya!



Click here to get Pemburu Dollar

==> http://pemburudollar.net/?go=2880

Be the first to comment - What do you think?  Posted by - at 4:55 pm

Categories: BISNIS INTERNET   Tags: bisnis internet gratis

Next Page »

Your Ad Here