Competitive Dynamics dalam dunia pemasaran
Competisi dynamis timbul karena adanya perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat. Perubahan yang cepat tersebut menyebabkan perusahaan harus terus memantau, pada titik mana perusahaan tersebut berada dalam siklus perjalanannya
Dalam dunia strategi bisnis dan pemasaran, competitive dynamics merupakan isu yang selalu menarik untuk didiskusikan oleh kalangan eksekutif puncak maupun para akademisi yang menggeluti dunia manajemen strategis, pemasaran, dan bisnis. Namun, banyak di antara anda yang masih awam soal ini. Karena itu dalam tulisan ini, akan di jelaskan sedikit hal mengenai competitive dynamics ini.
Competitive dunamics tersebut timbul sebagai hasil berbagai tindakan kompetitif dan respon kompetitif, di antara berbagai perusahaan yang bersaing dalam suatu industri tertentu. Dinamika semacam itutimbul karena adanya perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat. Perubahan yang cepat tersebut juga menyebabkan perusahaan harus terus memantau, pada titik mana perusahaan tersebut berada dalam siklus perjalannya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah dirinya sudah berada pada jalur yang tepat atau tidak.
Memang, competitive dynamics ini menjadi sangat penting saat ini. Para eksekutif pucak harus memahami bahwa dalam rentang waktu tertentu, perusahaanakan mengalami suatu siklus di manalingkungan bisnis menjadi sangat turbulens. Dengan keadaan seperti ini sangatlah mustahil bagi perusahaan untuk membuat perencanaan strategis kedepan hanya dengan mengandalkan ekstrapolasi dari tren yang terjadi di masa lalu.
Pendekatan perencanaan semacam inilah yang sempat membuat igor ansoff yang ketika itu bekerja sebagai general manager di lockheed electronics company mengalami frustasi dan kemudian mengembangkan sendiri strateginya.
Salah satu pemicu dari sangat dinamisnya suatu lingkungan bisnis terutama akibat cepatnya perubahan yang disebabkan oleh adanya makhluk yang namanya inovasi. Jika perusahaan tidak waspada dan terlena (complacent), ia akan terjerumus ke dalam suatu keadaan krisis. Terkait dengan inovasi ini, perusahaan mempunyai pilihan , apakah mau menjadi inovator atau bila memungkinkan perusahaan dapat mengeksploitasi inovasi yang telah dilakukan oleh pesaingnya. Kedua inovasi ini perlu di pilihagar perusahaan mampu melebihi perkambangan perubahan irama lingkungan bisnis.
Kemudian, setelah perusahaan memahami apa itu competitive dynamics dan di mana posisi perusahaan tersebut dalam siklus perjalanannya, ada dua hal utam yang harus di lakukan perusahaan tersebut. Pertama : perusahaan harus melihat sumber daya yang tersedia dan apa kapabilitas yang di milikinya, selain itu perusahaan juga harus meng identifikasi apa sebenarnya kompetensi inti ( core competencies) yang ada di perusahaan tersebut. Perlu di ingat, sumber daya saja tidak cukup untuk menciptakan competitive advantage, pada kenyataannya competitive advantage diciptakan melalui sekumpulan sumber daya yang unik.
kapabilitas sendiri merupakan kapasitas dari perusahaan dalam memanfaatkan berbagai sumber dayanya yang sengaja di integrasikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang diinginkan. Sedangkan kompetensi inti merupakan sumberdaya dan kapabilitas dari suatu perusahaan yang merupakan competitive advantage perusahaan terhadap pesaingnya. Dengan kata lain perusahaan juga harus benar-benar melihat kondisi internalnya.
Kedua : perusahaan harus mempelajari secara cermat, atau melakukan assessment terhadap keadaan di luar perusahaan itu sendiri atau lingkungan eksternal, baik secara mikro ( micro-environtment) maupun makro ( macro-environment). pada medan mikro dapat di analisis dengan menggunakan model five force dari michael porter ( model analisis yang di ciptakan oleh michael porter). Pada sisi lain, dalam menganalisis medan makro perusahaan harus memahami pengaruh yang di timbulkan terhadap medan mikro. Agar dapat sukses bersaing pada dasarnya perusahaan dapat me-reshape lingkungan di mana perusahaan itu berada. Namun demikian yang terjadi malah sebaliknya , perusahaan yang banyak menysuaikan diri dengan lingkungannya.
Setelah mengamati lingkungan internal maupun eksternal, manajemen dapat menetapkan suatu strategic objectives bahkan mungkin suatu strategic intent. Setelah itu baru perusahaan dapat menetapkan strategi untuk mencaoai tujuan perusahaan tersebut berdasarkan kompetensi inti yang dimilikinya untuk mencapai suatu competitive advantage. Apabila pada akhirnya dicapai suatu competitive advantage yang kuat, maka perusahan akan cenderung mempertahankan competitive advantagenya tersebut. Sebaliknya bila perusahaan tidak mencapai competitive advantage yang kuat maka perusahaan akan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk meningkatkan value creation.
SILAHKAN JELAJAHI PEMASARAN YANG DI LAKUKAN WEB BERIKUT :
Categories: Pemasaran Tags: ARTIKEL PEMASARAN, Competitive Dynamics dalam dunia pemasaran, manajemen pemasaran, Pemasaran
