aplikasi blackberry baru dari honda agar pengemudi lebih aman menyetir

Maraknya pengguna ponsel Blackberry di Jakarta, membuat sebagian besar pengguna Blackberry asyik Blackberry Messenger (BBM) meski dalam kondisi menyetir sekalipun.

Baru-baru ini PT Honda Prospect Motor (HPM) mensosialisasikan pentingnya kesadaran berkendara dengan aman, melalui slogan “Nelpon Sambil Nyetir? No Way!”. Untuk mendukung kampanye tersebut. Honda juga mengembangkan aplikasi untuk pengguna Blackberry. Ketika aplikasi ini diaktifkan saat menyetir maka telpon akan secara otomatis tidak bisa menerima dan memberikan notifiasi bahwa si pengguna sedang mengemudi melalui SMS atau voicemail.

Meskipun demikian, menyetir sambil chatting atau menelpon menggunakan ponsel tetap berbahaya. Berikut tips aman berkendara meski membawa ponsel, tapi sangat tidak disarankan untuk tidak menyentuh ponsel saat berkendara:

1. Sebelum berangkat pelajarilah buku manual Ponsel dengan baik untuk mengetahui fitur-fitur yang dapat membantu Anda untuk tetap berkomunikasi tanpa harus mengalihkan pandangan saat berkendara. Fitur-fitur itu misalnya speed dial atau re-dial. Gunakan pulahands free kit untuk tetap bisa mengobrol tanpa harus melepaskan salah satu tangan dari kemudi.

2. Sedapat mungkin jangan melakukan panggilan ketika sedang mengemudi. Jika terpaksa menepilah dan berhenti sejenak atau tunggu sampai benar-benar berhenti di lampu merah.

3. Letakkan Ponsel sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Mintalah rekan Anda untuk memungut Ponsel jika berdering jika keadaan tidak memungkinkan, atau diamkan saja kalau Anda sendiri karena toh keselamatan adalah yang utama.

4. Kalau Anda terjebak dalam situasi yang berbahaya seperti hujan lebat, keadaan lalu lintas yang padat dan hal lain yang menuntut konsentrasi lebih tinggi, minta lawan bicara untuk menelepon beberapa saat lagi dan segera hentikan pembicaraan.

5. Sedapat mungkin hindari topik-topik pembicaraan yang berat. Hal ini akan semakin menempatkan keselamatan Anda dalam risiko yang amat besar karena pembicaraan yang berat akan meminta fokus pikiran lebih besar pula. Bukan hal yang mustahil juga kalau topik pembicaraan yang berat akan membuat Anda bingung, kehilangan konsentrasi atau bahkan stres. Karena itu tetaplah berhati-hati.

Leave a Comment