B2B MARKETING

bentuk relasi yang terbaik pada B2B adalah di mana penjual dapat secara aktual membantu pembeli mengelola bisnisnya sendiri. Pada suatu tingkat tertentu, perusahaan B2B harus dapat membantu pelanggannya untuk mengelola proses pengelolaan pelanggannya sendiri.

Strategi pemasaran untuk business to business (B2B) memiliki karakteristik yang memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan strategi pemasaran untuk business to customer (B2C). Sayangnya, masih ada kalangan bisnis yang tidak menyadari hal ini sehingga strategi pemasaran yang di susun-pun kadang kurang tepat. Paradigma pengembangan produk untuk kedua jenis bisnis ini memang berbeda. Paradigma pengembangan produk B2B  di dorong terutama oleh pengembangan tekhnologi, sementara pada produk-produk konsumen penggeraknya terutama adalah perubahan pada gaya hidup dan fashion (sosial-kultural).

Karena itulah, pelanggan pada produk-produk yang technology-driven seperti B2B cenderung akan mengajukan pertanyaan seperti, “akankah produk ini akan bekerja seperti yang di katakan oleh vendor?”. Sementara, pelanggan produk-produk fashion-driven akan bertanya, “apakah produk-produk ini konsisten dengan aspirasi gaya hidup saya?”. Jelas, pada B2B lebih kepada manfaat fungsional, sedangkan pada B2C lebih kepada manfaat emosional yang akan diterima oleh pelanggan. Sejumlah karakter yang membedakan antara B2B dengan B2C adalah sebagai berikut :

sabar yah , nanti ku lanjutin kok, soalnya dah ngantuk parah banget nih. . .

Leave a Comment