BERFIKIR STRATEGIS UNTUK BERSAING
BERFIKIR STRATEGIS UNTUK BERSAING
Pada waktu menulis The Mind of the Strategist, Kehnichi Ohmae belum memasukan change sebagai suatu unsur yang penting untuk dipertimbangkan sebagai setrategi. Ketika itu, Ohmae menekankan tiga element yang sangat penting yang semuanya dimulai dengan menggunakan huruf “C” yaitu : company, competitor, dan customer.
Company adalah perusahaan anda harus dianalisis kekuatan dan kelemahannya. Cuma, banyak orang yang keliru saat melakukan analisis SWOT. Mereka menyangka bahwa strength dan weakness Cuma perlu digali melalui unsure company. Padahal sejak 400 tahun sebelum masehi, Sun tzu telah mengingatkan bahwa kekuatan dan kelemahan itu relative terhadap musuh anda.
Dalam dunia bisnis, kekuatan dan kelemahan anda adalah hasil dari analisis komparasi antara anda dan pesaing. Sebuah perusahaan yang membanggakan dirinya dirinya karena telah memiliki pengalaman 10 tahun dalam suatu industry dapat menjadi kelemahan jika perusahaan pesaing ternyata sudah bergelut dalam bidang tersebut selama 15 tahun. Misalnya lagi, memiliki staff yang sudah sarjana memiliki kelemahan jika perusahaan pesaing memiliki staff pesaing bergelar master. Jadi kuat dan lemah masuk dalam unsu rrelatif. Tergantung dengan siapa kita membandingkannya.
Lebih parah lagi jika kita menyebutkan “kekuatan” dalam bidang yang tidak relevan. Seringkali ‘kelebihan’ hanya dari segi lamanya berkecimpung di suatu industry. Mungkin karena merupakan sebuah perusahaan yang sulit berubah. Senua orang yang bekerja di perusahaan itu sudah terlalu kuat pendiriannya, bahwa cara yang di tempuh dari dulu hingga membuat sukses, masih sangat relevan untuk masa yang akan dating.
Jadi, company dan competitormerupakan dua elemen yang perlu dibandingkan secara ‘jujur’. Artinya kita tidak boleh hanya mengisi daftar weakness dari sisi perusahaan kita secara internal saja. Jadi analisis SWOt sangat erat hubungannya dengan analisis company, competitor dan opportunity .
