GLOBALISASI VERSI INDONESIA

By at 2 January, 2010, 3:20 am

Oleh: Alfian Rachmad R*

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis

konsentrasi Manajemen Pemasaran

UiN Syarif Hidayatullah Jakarta

Jangan tanyakan apa manfaat globalisasi bagi bangsa Indonesia, karena hal ini hanya akan membuat keningmu berkerut. Lihat saja Carefour. Ritel modern asal Perancis yang sombong, gedung bagus, parkiran luas dan gratis, sistem pengamanan baik, lokasi strategis (dalam kota) dan menjual berbagai kebutuhan (primer, sekunder dan tersier) tanpa merogoh kocek dalam.

Itulah yang disebut Hermawan Kartajaya dalam bukunya, ’Hermawan Kartajaya on Marketing’, sebagai strategi Pemasaran more for less. More karena nilai pelanggan/nilai yang dirasakan pelanggan total (citra+karyawan+pelayanan+produk) meningkat, sedangkan biayanya (mental+energi+waktu+moneter) menurun/less.

Karena lokasi mereka yang berada di pusat kota merupakan salah satu penyebab matinya pasar-pasar tradisional. Hal ini berefek domino, dimulai dari industri UKM yang lesu àPHK menjamuràkemiskinan bertambahà kriminalitas dan kebodohan meluas, sehingga memudahkan budaya baru yang tidak sesuai dengan karakter bangsa kita meningkat. Belum lagi tanah yang dibuat untuk membangun perusahaan itu adalah ’tanah multiguna’ warga sekitar. Contohnya sebagai sarana olahraga (lapangan sepakbola dan atau basket dan atau baseball), hiburan (tontonan layar tancap), kesehatan (penghisap CO2), ibadah (shalat idul fitri dan adha), dan banyak lagi. Khusus untuk sarana olahraga, ketiadaannya –tidak dapat disubstitusikan, misal layar tancapàTV—mendorong secara tidak langsung masyarakat sekitar, walau tidak seluruhnya, menjadi pecandu rokok, minuman beralkohol, narkoba bahkan bunuh diri karena tempat dimana kebutuhan manusiawi mereka (sosial, harga diri/self esteem dan  aktualisasi) tinggal kenangan.   Maka wajar saja, kritikus-kritikus negeri ini menjadi geram melihatnya.

Menurut Sadono Sukirno, lewat bukunya ’Makroekonomi:Teori Pengantar’, globalisasi adalah peningkatan dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai negara di dunia.

Globalisasi bukanlah suatu keadaan yang baru dalam hubungan ekonomi luar negeri. Proses globalisasi telah bermula semenjak beberapa abad yang lalu ketika negara-negara Eropa menjelajahi daerah-daerah baru di benua Amerika, Australia, dan New Zealand dan melakukan penaklukan dan penjelajahan di berbagai kawasan di Asia dan Afrika. Perkembangan ini telah meningkatkan aliran perpindahan penduduk dari negara Eropa ke negara-negara di benua Amerika, Australia, dan New Zealand, menyebabkan investasi asing (ke kawasan baru dan daerah yang dijajah) dan meningkatkan kegiatan perdagangan luar negeri.

Akan tetapi, pengertian globalisasi terutama dikaitkan kepada perkembangan Ekonomi dunia dan hubungan Ekonomi luar negeri yang berlaku semenjak akhir tahun 1970-an. Semenjak masa tersebut tingkat ketergantungan diantara berbagai negara menjadi semakin tinggi. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Perkembangan politik dunia
  • Semakin pentingnya praktek perdagangan bebas
  • Perkembangan perusahaan multinasional (ex:Carefour)
  • Berkembangnya investasi keuangan ke berbagai negara
  • Kemajuan teknologi dalam bidang teknologi informasi dan pengangkutan

Wallahul a’lam bisshawab. (diolah dari berbagai sumber).

PERPUTARAN PEREKONOMIAN NASIONAL :




Incoming search terms:

Categories : indo


No comments yet.

Leave a comment