LANGKAH-LANGKAH MENENTUKAN POSITIONING

Masalah positioning adalah masalah yang sering di hadapi oleh top-level management, Positioning sebuah produ ataupun peruhaan memang merupakan masalah yang sangat penting dan sebenarnya merupakan fondasi dari strategi dan taktik pemasaran yang akan di kembangkan selanjutnya. Karena itu jika kita sudah berhasil menentukan positioning secara tepat, aktivitas selanjutnya akan lebih mudah di susun dan di laksanakan.

Positioning merupakan salah satu elemen penting dari pemasaran. Positionig pada dasarnya adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen tentang produk, jasa atau perusahaan kita. Positioning ini ditetapkan untuk membedakan kita dengan perusahaan lain atau produk pesaing. Perbedaannya dengan deferensiasi adalah, jika positioning bersifat abstrak, sedangkan differensiasi lebih bersifat nyata. Setelah menetapkan positioning, barulah disusun differensiasi. So, differensiasi juga dapatdakatakan sebagai terjemahan dari positioning.

Gampangnya seperti sabun lux memiliki positioning sebagai sabun kecantikan misalnya. Maka differensiasi nya adalah kandungan vitamin E, Vitamin Z prulalin, antimin, borax, formalin, dan sebagainya kandungannya itu yang merupakan differensiasi produk tersebut terhadap produk lain. Langkah-langkah penetapan positioning sendiri harus dilakukan secara sistematis, berikut adalah contoh penetapan positioning pada sebuah bank :

Dalam penentuan positioning bank ini, pada tahap awal, yaitu pada tahap brand image mapping, disini kami menetapkan tiga cluster bank di Indonesia, yaitu : bank asing, bank pemerintah, dan bank swasta nasional. Pada ketiga cluster tersebut, Terdapat keunggulan pada masing-masing cluster di mata nasabah/konsumen. Berdasarkan hasil riset, ternyata bank asing dinilai unggul dalam atribut jaringan internasional dan rekening dolar AS. Sementaracluster bank pemerintah dinilai unggul dalam atribut keamanan, biaya transaksi, dan kemudahan dalam membuka rekening. Cluster bank terakhir yaitu bank swasta nasional ternyata dinilai lebih unggul dalam atribut variasi produk dan servis perbankkan, kemudahan penarikan tunai, tingginya tingkat suku bunga, banyaknya kantor cabang, banyaknya ATM, dan beragam hadiah yang di tawarkan(2007).

Atribut-atribut tersebut kemudian di tentukan indikatornya. Misalnya atribut keamanan, indikatornya adalah berdasarkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di bank tersebut. Atribut rekening dollar AS indikatornya adalah tingkat suku bunga rekening dollar AS yang di tawarkanbank tersebut. Sementara atribut jaringan internasional indikatornya adalah jumlah bank koresponden dan jumlah kantor cabang di luar negri. Lalu bagaimana kekonsistenan antara persepsi nasabah dengankenyataannya. Ternyata, ada beberapa ketidak sesuaian kenyataan dengan persepsi misalnya, salah satu bank di persepsi sebagai bank yang menawarkan varian produk dan servis yang paling banyak. Padahal pada kenyataanya, bank ini justru memiliki jumlah produk dan servis yang paling sedikit. Kami kemudian menemukan bahwa bank ini ternyata berhasil menyosialisasikan produk dan servisnya kepada masyarakat secara efektif di banding bank lain, sehingga dipersepsi paling banyak varian produk dan servisnya.


Leave a Comment