MARKETING TO METROSEXUALS dan SEBERAPA METROSEKSUALKAH ANDA?
MARKETING TO METROSEXUALS
Pria metrosexual adalah “ The marketer’s dream”. Mareka adalah kalangan berduit yang suka belanja, suka dandan dan memanjakan diri, betah ngobrol di café, dan getol mengikuti model baju termutakhir. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan koceknya demi keperluan tersebut.
Anda tahu istilah “metrosexuals”?. Saya yakin paling tidak anda pernah mendengar kata-kata ini, walaupun belum paham benar maknanya. Beberapa waktu yang yang lalu metroseksual memang tiba-tiba saja menjadi buzzword diseluruh dunia dalam waktu yang relative singkat. Fenomena metroseksual telah menjadi “ mode global” di kota-kota besar dunia, dari London, new York dan juga Jakarta, Surabaya hingga Bangkok.
Walaupun baru menjadi buzzword di seluruh dunia sekitar empat-lima tahun lalu, namun sesungguhnya istilah metroseksual telah muncul sejak tahun 1994 melalui sebuah artikel yang ditulis oleh penulis inggris, mark simpson. Simpson sendiri mendefinisikan metroseksual secara sederhana sebagai, “a dandyish narcissist in love with not only himself”, but his urban lifestyle,” pria yang cinta setengah mati tak hanya pada dirinya, tapi juga gaya hidup kota besar yang dijalaninya. Bagaimana tepatnya “spesies baru” bernama metroseksualini? Untuk gampangnya, metroseksual adalah pria yang memiliki sifat-sifat tipikal berikut ini :
- Mereka umumnya hidup dikota besar, berduit, dengan gaya hidup urban yang royal dan hedonis.
- Mereka “genit” minta ampun karena pesolek tulen dan paling suka merawat diri. Karena itu mereka intens mengikuti perkembangan fashion di majalah-majalah pria seperti Maxim, FHm atau men’s health.
- Mererak umumnya klimis, dandy, dan paling peduli dangan yang namanya penampilan. Untuk memperbaiki penampilannya, mereka bahkan tak segan-segan memasang kawat berduri..eh maksudnya kawat gigi, atau melakukan operasi plastik untuk memancungkan hidung atau menambal dagu agar terlihat lebih seksi, dan perawatan wajah secara teratur tentunya.
Pria metroseksual betah barjam-jam di salon untuk creambath, facial, manicure, pedicure, dan bahkan body waxing untuk menghilangkan bulu-bulu di lengan atau punggung. Barangkali tak banyak dari anda yang tahu bahwa David Beckham yang “dinobatkan” sebagai The Metrosexual icon butuh waktu paling sedikit 30 menit untuk dandan, sementara istrinya Victoria “posh spice” Adams hanya butuh sekitar 5-10 menit. Kaum metroseksual ini juga rela mengeluarkan anggaran biaya untuk pergi spa untuk message dan aromatherapy treatment setelah penat seharian bekerja. Intinya mereka rela merogoh kocek lebih dalam demi perawatan tubuh mereka.
Seperti wanita, pria metrosksual paling hobi belanja di mall atau butik, dan betah ngerumpi di kafe-kafe. Mereka betah berjam-jam jalan-jalan di mall dan itu dilakukan bukan karna memang ingin berbelanja (purpose shopping), tapi lebih untuk rekreasi (pleasure shopping). Karena mereka umumnya hidup di kota besar dan cosmopolitan, mereka umumnya sangat brand-minded dan sangat tahu(knowledgeable) mana merek yang bagus, imitasi, atau merek yang kualitas bawah.
Mereka memang mirip wanita. Namun harus diingat, bukan berarti mereka kecewek-cewekan apalagi banci. Metroseksual ini masih laki-laki seutuhnya dan tetap macho. Lihat saja david beckham dan brad pitt. Siapa yang meragukan kemachoan mereka? Namun, layaknya seorang ibu, mereka berdua tidak segan-segan menggendong dan memanjakan anaknya yang masih kecil dimuka umum; sebuah hal yang mungkin enggan dilakukan pria dimasa lalu karena takut dianggap “kurang jantan”.
LANTAS BAGAIMANA PERANAN KAUM METEROSEKSUAL TERHADAP DUNIA PEMASARAN???
Jawabannya gampang, merekalah pelanggana yang paling diidam-idamkan oleh pemasar. Tak berlebihan kalau the new York times menyebut, mereka adalah” the marketer’s dream” alias pelanggan yang di idam-idamkan setiap pemasar. Mengapa begitu jelas saja. Bayangkan pria metroseksual ini adalah kaum berduit yang paling suka berbelanja, suka dandan dan memanjakan diri, betah ngobrol di café, dan mengikuti model fashion termutakhir. Karena alas an ini maka tak heran banyak merek yang memperebutkan pasar metroseksual. Untuk produk kosmetik misalnya, sekarang banyak merek kosmetik top dunia yang muali menciptakan category bedak, pelembab dan produk perawatan kulit lainnya yang khusus disasarkan untuk pria metroseksual. Alasannya sederhana saja, pria metroseksual enggan menggunakan perawatan produk wanita, karena memang by nature jenis kulit pria berbeda dengan jenis kulit wanita.
Produk-produk wanita dengan embel-embel for men kini semakin banyak bermunculan, tak hanya di amerika serikat, tetapi merata diseluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk para pemasar dan pebisnis di Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan dan meraih pasar metroseksual ini.
Dan: SEBERAPA METROSEKSUALKAH ANDA ???
Apa anda memakai produk perawatan wajah, sampoo, hand body dll??
Apakah anda suka melakukan spa atau pijet aroma therapy (bukan pijet esek-esek ya)
MENURUT KAWAN-KAWAN APA YANG DAPAT MENUNJUKAN KEMETROSEKSUALAN SESEORANG
(ciri-ciri pria metroseksual menurut temen-teman)






