MARKETING TO MOM
MARKETING TO MOM
Seorang ibu tidak hanya mengendalikan pembelian anak-anak dan suaminya, namun ia juga menicu adanya domino effect, di mana sang ibu memngaruhi pembelian keluarga liannya, termasuk para tetangga. Ibu juga ternyata menjai pengambil keputusan yang dominan untuk pembelian beragam produk.
Tahun 2005 Markplus&co telah melakukan riset intensif mengenai nilai-nilai dan perilaku kedua gender, wanita dan pria, dalam hal berbelanja. Hasil dari riset tersebut telah di tuangkan dalam dalam buku Winning the Mom Market in Indonesia : Strategi membidik pasar ibu. Dalam buku ini, para pemasar diajak bersafari kedalam dunia Ibu, sebuah dunia yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi kita namun masih sedikit di pelajari. Padahal, ibu merupakan sosok yang paling menentukan dalam pengambilan keputusan belanja rumah tangga.
Sekarang , sebagai pemasar, bagaimana melakukan pemasaran ke segmen ibu ini, atau dengan istilah yang lebih dikenal dengan marketing to mom?bagi saya, dalam membidik pasar ibu, langkah penting utama yang harus dilakukan adalah melakukan segmentasi pasar untuk memotret perilaku pembelian mereka. Namun untuk mengetahui perilaku pembelian ibu, para pemasar terlebih dahulu harus mengetahui nilai-nilai yang mereka pegang teguh karena berdasarkan nilai-nilai itulah mereka memutuskan pembeliannya. Karena pasar yang sangat besar ini, para pemasar perlu memahami dinamika pasar rumah tangga dan perilaku ibu rumah tangga dalam melakukan pembelian.
Sebagai pemasar, kita harus bisa menempatkan diri di dalam hati kaum ibu untuk merasakan apa yang sesungguhnya meraka rasakan. Kegagalan perusahaan yang menargetkan kaum ibu umumnya dikarenakan tidak pahamnya mereka yentang apa yang sesungguhnya diinginkan kaum ibu. Kadang kita juga lupa bahwa seorang ibu tidak hanya mengendalikan pembelian anak-anak dan suaminya. Lebih jauh lagi, seorang ibu memicu terjadinya domino effect, dimana sang ibu memengaruhi pembelian keluarga linnya, termasuk para tetangga, ibu ternyata juga menjadi pengambil keputusan yang dominan untuk pembelian beragam produk; mulai dari peralatan dapur, pakaian anak, obat bebas, sekolah anak, hingga liburan keluarga. Bersama-sama dengan suami, ibu juga menjadi pengambil keputusan yang penting untuk produk-produk mulai dari rumah, furniture, asuransi, bank, hingga ke perlengkapan rumah tangga seperti lemari es, kompor, televisi, dan lain sebagainya.
Selain itu, yang menarik dari kaum hawa ini-termasuk diantaranya tentu saja kaum ibu, merupakan makhluk yang diciptakan doyan bicara dan curhat. Anda semua jangan pernah meremahkan kekuatan dari hobi ngerumpi seorang ibu ini. Sebuah survey di Inggris menunjukkan bahwa seorang ibu akan merekomendasikan lima merek kepada ibu-ibu lainnya dalam sebuah diskusi kelompok yang hanya berlangsung kurang lebih tiga menit. Dan , rekomendasi tersebut akhirnya diikuti oleh dua orang ibu lainnya. Berarti hanya dalam hitungan dua menit setiap mereka akan memperoleh tambahan dua konsumen baru. Jika pasar ibu demikian potensial dan menggiurkan, pertanyaan kemudian adalah, bagaimana kita sebagai pemasar membidik dan menaklukkannya. Sebab yang harus kita ingat adalah untuk menaklukan hati ibu, kita perlu jurus-jurus pemasarsan yang jitu, dan berikut ini ada beberapa prinsip dasar yang bisa digunakan oleh pemasar dalam membidik pasar ibu:
1. Posisikanlah merek anda sebagai merek keluarga. Dengan demikian, merek anda dapat diwariskan oleh ibu ke anaknya, turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya.
2. Sentuhlah hati ibu, di era venus seperti sekarang ini, perang pemasaran adalah perang dalam memperebutkan hati pelanggan. Maka dari itu, pemasar harus dapat menaklukan hati ibu, salah satu caranya yang paling ampuh untuk membidik hati ibu adalah dengan melalui anaknya. Sebab, bagi ibu anak adalah titipan tuhan. Dan ibu akan selalu mendesikasikan hidupnya demi untuk pengembangan dan kebaikan anak-anaknya.
3. JANGAN PERNAH BERBOHONG KEPADA IBU…!!!, JANGAN MEMBERIKAN PRODUK YANG TIDAK SESUAI DENGAN YANG DIJANJIKAN. Pemasar harus memliki kredibilitas dan integritas yang tinggi. Positioning yang telah anda bentuk di benak pelanggan sesungguhnya adalah janji yang harus anda penuhi.
4. Hargai wak tu yang dimiliki oleh para ibu. Buatlah mereka merasa nyaman. Keluarkan produk-produk praktis yang dapat menghemat waktu mereka. Ibu adalah seorang multi-tasker yang sibuk dengan berbagai kegiatan yang dimiliki, seperti mengurus anak, mengurus suami, memasak, arisan, merawat kecantikan, belanja, dan lain-lain. Karena itu, waktu menjadi semakin penting bagi ibu, di sini, pesan untuk pemasar adalah anda harus menyasarkan produk yang mampu menawarkan kepraktisan dan penghematan waktu bagi ibu.
5. Manfaatkanlah komunitas para ibu. Ini adalah channel yang paling ampuh yang dapat anda gunakan dalam memasarkan produk anda karena kemampuannya dalam menciptakan word-of-mom alias promosi dari mulut kemulut yang dilakukan oleh para ibu.
Jadi, jangan pernah meremehkan pasar ibu. Jika anda sebagai pemasar dapat menaklukan pasar ibu yang sangat potensial ini, saya yakin anda sudah berada selangkah lebih di depan dari para pesaing anda.

