Media Tak Pernah Bersalah? Mengkaji Kasus Luna Maya

By at 20 December, 2009, 1:58 am

Pertama, perlu dicamkan, saya bukan penggemar Luna Maya. Sebuah kejadian yang menimpa dia, saya pikir layak untuk dikaji, bukan karena ke-LunaMaya-annya, akan tetapi kejadian yang dia alami itu. Ceritanya begini, Luna mengikuti sebuah acara, dan setelah acara itu ada kuli gosip (sori ya, saya gak akan nyebut ‘wartawan’ atau ‘jurnalis’, sebabnya? ikuti dulu tulisan ini) yang nampaknya terlalu mendesak Luna sampai palanya kepentok kamera. Entah karena mood yang jelek atau apa, ternyata Luna lagi gak pengen diwawancara atau gimana gitu, Luna ngamuk abis di Twitter dan menyebut acara infotainment itu lebih rendah dari pelac**. Nah, akibat dari pelepasan amarah di Twitter itu, ternyata banyak yang melaporkan akun Luna dan akhirnya sukses diblokir.

Jadi, pertanyaannya, apakah media itu tidak pernah salah? Sudahlah nabok (entah sengaja atau tidak) kepala Luna malah berani menutup akun Twitternya? Menurut saya, ini menjadikan sebuah paradigma media yang berbahaya.

Saya sudah sering menulis tentang media, kali ini saya menunjukkan betapa berbahayanya media. Ketika menulis sesuatu, akan ada agenda yang dikandung di dalamnya. Agenda inilah yang berbahaya, apabila mengarah ke yang negatif.

Saya menilai, dalam kejadian ini Luna berada dalam posisi korban. Sebagai figur publik, dia sudah menjadi milik publik. Di mana pun dia berada, akan ada kuli gosip yang meminta waktunya. Entah dia sedang bermain sama anaknya di mal, lagi makan di restoran cepat saji, dia sudah menjadi milik publik. Kalau tidak mau dikuntit, ya jadi orang biasa macam saya saja, ditoleh orang pun tidak, selama tidak kentut di angkot. Nah, ketika Luna sudah bersedia menyediakan waktunya, dan palanya kepentok kamera, sebenarnya masalah bisa selesai pada saat itu juga, kalau kuli gosip langsung minta maaf, atau Luna menyatakan ketidaksenangannya dan kuli gosip langsung minta maaf.

Luna mungkin lupa kalau apa saja yang ada di Internet bisa langsung menyebar dalam hitungan detik. Dan, ketika Luna ngamuk dan bilang infotainment itu lebih rendah dari pelac***. saya gak akan membantah lagi.

Saya merujuk pada tulisan saya sendiri mengenai fakta dan opini. Penggunaan kata infotainment pun sebenarnya sudah salah. Infotainment harusnya berisi informasi bersifat entertainment, bukan gosip, atau si anu ubah gaya rambut, si itu ganti sepatu dan lain sebagainya. Istilah ‘wartawan’ atau ‘jurnalis’ pun sudah salah kalau merujuk pada orang yang kerjanya menguntit artis untuk meminta komen mengenai kehidupan pribadinya. Itu adalah kuli gosip. Produser acara-acara atau tabloid tahu betul akan tabiat orang-orang Indonesia yang senang bergunjing. Bukannya meributkan si itu menerbitkan lagu baru yang sangat bagus, tapi mereka malah senang membicarakan si anu selingkuh sama si itu dan jadian.

Jadi, saya hanya menyatakan simpati saja untuk Luna. Di satu sisi, Luna adalah sosok publik. Di sisi lain, akan ada ikan-ikan piranha yang akan memakan sedikit demi sedikit area pribadinya hingga tulang pun akan dimakan. Itu sudah resiko. Mungkin untuk pelepasan amarah berikutnya Luna lebih baik komen ke teman dekat saja. Kita sudah tahu bahwa media di negeri ini berlindung di balik kebebasan pers yang seakan tidak ada batasnya lagi. Saya merindukan ketertiban media di era orde baru.

About this entry

You’re currently reading “Media Tak Pernah Bersalah? Mengkaji Kasus Luna Maya,” an entry on MT Wilson, SKom., MKom.

Published:

12.16.09 / 5pm

Category:

Personal

BERITA VIDEO SKANDAL MIRIP LUNA MAYA DENGAN ARIL

Sebuah video mesum mirip artis kembali menghebohkan jagat dunia maya. Bagaimana tidak, kabar beredarnya video seks tersebut lantaran melibatkan dua pasangan artis yang mirip bintang sinetron, iklan, dan presenter Luna Maya dan Ariel, kekasihnya.

Sejak Kamis (3/6/2010) petang, kabar beredarnya video esek-esek mirip Luna dan Ariel itu menjadi perbincangan hangat di jaringan pertemanan Facebook dan microblogging Twitter.

Setidaknya terdapat dua rekaman video yang tersebar di jaringan maya tersebut. Video pertama berdurasi 2 menit 37 detik, sedangkan video kedua berdurasi lebih panjang, yakni 6 menit 39 detik.

Video itu dibuat 23 Maret 2009, berlokasi di sebuah hotel di Bali. Informasi ini diperoleh dari situs melanggar.com/.us.

Video yang diyakini bakal menggemparkan itu memperlihatkan pasangan tersebut tengah melakukan adegan layaknya pasangan suami istri. Bahkan, dalam sejumlah adegan terlihat betul wajah keduanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan baik dari Luna maupun Arie

DOWNLOAD VIDEONYA

rapidshare

http://rapidshare.com/files/394949518/lunamaya_ariel_1.mp4

http://rapidshare.com/files/394955887/lunamaya_ariel_2.mp4

jalan laen

http://www.enterupload.com/9dagmzyu62fh/1146774686442_4821.mp4.html

http://www.enterupload.com/drlyf0ao1xe8/1146799607065_31763.mp4.html

Incoming search terms:

Categories : indo

Comments
Caitlin Gramacy July 10, 2010

hmmmm… no komen dah :)

Leave a comment