PENGARUH FAKTOR INTERNAL KONSUMEN DAN KINERJA BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOMODITAS TEH OLEH KONSUMEN RUMAH TANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT
By planktonz at 17 December, 2009, 11:59 pm
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh faktor internal konsumen dan kinerja bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian komoditi teh di Provinsi Jawa Barat. Variabel penelitian terdiri atas faktor internal konsumen yaitu: budaya, kelas sosial, karakteristik individu, faktor psikologis; dan kinerja bauran pemasaran yaitu: produk, harga, saluran distribusi, dan promosi.
Objek penelitian ini adalah rumah tangga di Provinsi Jawa Barat, dengan menggunakan metode survey terhadap sampel penelitian. Sampel penelitian sejumlah 205 rumah tangga dilakukan dengan multi stage cluster sampling dan simple random sampling. Ukuran sampel ditetapkan melalui formula Yamane (1967) dengan tingkat presisi 93 %.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan verifikatif dengan teknik pendekatan interval skor dan analisis jalur (path analysis).
Oleh:
ROSIDA P.ADAM
Pasir Impun Gg H Umar No 142 Rt04/09
Kel Sekondang Kec Sukamiskin
Bandung Jawa Barat
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG 2006
Cover
Abstrak
Pengantar
PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu komoditi andalan Provinsi Jawa Barat yang dikenal masyarakat sejak zaman Hindia Belanda (tahun 1860). Melalui sejarah yang panjang, perkebunan teh dibudidayakan dan dikelola oleh perusahaan negara, perusahaan swasta, maupun perkebunan rakyat.
Industri teh saat ini sedang mengahadapi berbagai masalah, antara lain terjadinya over production nasional maupun dunia dan di sisi lain tingkat konsumsi teh masyarakat masih tergolong rendah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mentransformasi keunggulan komparatif (comparative advantages) menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantages), dengan mengembangkan subsistem agribisnis hulu secara sinergi dengan pengembangan subsistem agribisnis hilir dan membangun jaringan pemasaran domestik maupun internasional, yang digerakkan oleh kekuatan inovasi (innovation driven) (Tampubolon, 2002:20),
Rumusan Masalah
Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud Penelitian
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1. Kajian Pustaka
Dalam kajian pustaka dibahas beberapa temuan hasil penelitian sebelumnya untuk melihat kejelasan arah, originalitas, kemanfaatan, dan posisi dari penelitian disertasi ini, dibandingkan dengan beberapa temuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Kemudian akan dibahas pula secara berturut-turut mengenai tinjauan teori-teori yang berkaitan dengan variabel penelitian.
2.1.1. Beberapa Penelitian Sebelumnya dan Posisi Penelitian Penulis
2.1.2. Sekilas Tinjauan Teori Perilaku Konsumen Rumah Tangga
2.1.2.1. Teori Engel
2.1.2.2. Barang Inferior dan Barang Giffen
2.1.3. Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Rumah Tangga
2.1.4. Faktor Utama yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Rumah
Tangga
2.1.5. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
2.1.6. Hubungan Perilaku Konsumen Rumah Tangga dengan Bauran Pemasaran
2.1.7. Pengaruh Faktor Internal Konsumen dan Bauran PemasaranTerhadap Keputusan
Pembelian Konsumen Rumah Tangga
2.1.8. Karakteristik Agribisnis Teh
2.1.9. Proses Pengolahan Teh
2.1.10. Manfaat Gizi dan Kesehatan Teh
2.2. Kerangka Pemikiran
2.3. Hipotesis
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1. Objek Penelitian.
Objek penelitian adalah konsumen rumah tangga dan respondennya adalah ibu rumah tangga yang dianggap sebagai pengambil keputusan dalam melakukan pembelian komoditas teh. Yang dimaksud dengan rumah tangga adalah semua orang, baik kerabat maupun yang tidak, yang menempati satu unit perumahan (Engel et al., (1994:194) yang diasumsikan mengkonsumsi teh. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa kontribusi Provinsi Jawa Barat terhadap pertehan nasional cukup tinggi yaitu 66,99 %. Adapun waktu penelitian lapangan selama 6 (enam) bulan, mulai bulan April 2004 sampai dengan bulan Oktober 2004.
3.2. Metode Penelitian
3.2.1. Operasionalisasi Variabel
3.2.2. Populasi
3.2.3. Teknik Penarikan Sampel
3.2.4. Metode Pengumpulan Data
3.2.4.1. Jenis dan Sumber Data
3.2.4.2. Prosedur Pengumpulan Data
3.2.4.3. Pengujian Instrumen
3.2.4.4. Transformasi Data Melalui MSI.
3.2.5. Metode Analisis
3.2.5.1. Analisis Deskriptif
3.2.5.2. Pengujian Hipotesis
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Daerah Penelitian
4.1.1. Letak Geografis
Kabupaten Cirebon merupakan bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat yang terletak di bagian timur dan merupakan batas serta sekaligus sebagai pintu gerbang ke Provinsi Jawa Tengah. Dilihat dari permukaan tanah/daratannya dapat dibedakan menjadi dua bagian, pertama daerah dataran rendah umumnya terletak di sepanjang pantai utara Pulau Jawa yang memiliki letak ketinggian antara 0 – 10 m dari permukaan laut, sedangkan sebagian lagi termasuk pada daerah dataran tinggi yang terletak di bagian Selatan dengan ketinggian antara 11 – 130 m di atas permukaan laut.
4.1.2. Keadaan Penduduk dan Tenaga Kerja
4.1.3. Pendidikan.
4.1.4. Pendapatan Per Kapita
4.1.5. Industri dan Perdagangan
4.1.6. Potensi Perkebunan Teh di Jawa Barat
4.2. Faktor Internal Konsumen Rumah Tangga
4.2.1. Budaya
4.2.2. Kelas Sosial
4.2.3. Karakteristik Individu
4.2.4. Faktor Psikologis
4.3. Kinerja Bauran Pemasaran
4.3.1. Produk Teh
4.3.2. Harga
4.3.3. Saluran Distribusi
4.3.4. Promosi
4.4. Keputusan Pembelian Komoditas Teh oleh Konsumen
Rumah Tangga
4.5. Pengukuran Kuat/Lemah Faktor Internal Konsumen dan
Kinerja Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan
Pembelian Komoditas Teh oleh Konsumen Rumah Tangga
4.6. Pengaruh Internal Konsumen dan Kinerja Bauran
Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Komoditas
Teh oleh Konsumen Rumah Tangga.
4.6.1. Pengaruh Secara Simultan
4.6.2. Pengaruh Secara Parsial (Individu)
4.7. Uji Organoleptik Teh
4.8. Temuan Hasil Penelitian
4.8.1. Temuan Empirik
4.8.2. Implikasi Teori
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.
Faktor internal konsumen mencakup:
(a) Kebiasaan minum teh oleh konsumen rumah tangga telah menjadi budaya anggota keluarga, frekuensi minum teh tiga sampai empat kali setara dengan tiga sampai empat gelas sehari.
Jumlah rata-rata konsumsi teh 295,92 gram per kapita per tahun, tidak jauh berbeda dengan konsumsi rata-rata per kapita per tahun nasional (350 gram). Namun, perbedaan itu dirasakan cukup besar jika dibandingkan dengan konsumsi teh rata-rata per kapita dunia yang mencapai 933 gram.
Incoming search terms:
- bauran pemasaran
- Faktor internal perilaku konsumen
- teori keputusan pembelian konsumen
- faktor utama bauran pemasaran
- teori engel
- kinerja bauran pemasaran
- faktor internal kinerja
- faktor internal
- penelitian bauran pemasaran
- faktor internal yg mempengaruhi keputusan pembelian konsumen












No comments yet.