PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN TERHADAP STRATEGI YANG DIGUNAKAN
Agar dapat terus survive di era bisnis yang sangat turbulens saat ini, suatu perusahaan tidak dapat hanya memfokuskan dirinya hanya pada satu stakeholders saja, yaitu pemegang saham (shareholder). Perusahaan harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh stakeholders yang lainnya, karena jika di abaikan maka akan sangat berpengaruh terhadap seluruh kinerja perusahaan.
Memang, sering kali para pemegang saham merasa tidak puas karena keuntungan dari investasi yang di dapatkannya menjadi marjinal karena terpotong untuk memenuhi kepentingan stakeholders yang lainnya. Namun demikian, pada sisi lain harus di sadari dalam jangka panjang bahwa perusahaan tidak dapat berhasil dan bertahan jika tanpa stakeholders lainnya, yaitu : pelangan, para aktivis, komunitas, dan lain sebagainya.
Salah satu stakeholders yang paling terpenting misalnya adalah pelanggan. Tanpa pelanggan, perusahaan jelas tidak akan mampu hidup. Karena itu, tidak heran jika pada tahun 1980-an hingga 1990-an, konsep-konsep seperti customer –centric dan customer relationship management (CRM) merupakan topic-topik bahasan yang sangat hangat disamping topic-topik lain seperti JIT, TQM, dan lain sebagainya.
Kegagalan memenuhi kebutuhan dan keinginan para stakeholders oleh suatu organisasi dan sebaliknya merupakan masalah manajemen dan pengukuran kinerja. Hal yang dapat menimbulkan masalah adalah tidak selarasnya pengukuran kinerja dan strategi, proses, dan kapabilitas organisasi dalam rangka memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan para stakeholders itu.
Telah banyak metodologi dan pendekatan pengukuran kinerja yang di gunakan oleh berbagai organisasi dalam beberapa tahun terakhir ini. Salah satu nya adalah balanced scorecard, balanced scorecard (BSC) adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak berfokus hanya pada berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.prosess yang membantu para eksekutif menjawab 4 hal utama dalam balanced scorecard adalah sebagai berikut :
- Financial perspective : pandangan perusahaan terhadap para pemegang saham.
- Customer perpective : Pandangan perusahaan terhadap para pelanggan.
- Internal process perspective : Hal-hal yang harus dapat dikuasai dengan baik.
- Innovation and learning perspective : cara perusahaan untuk terus berinovasi dan menciptakan nilai (value).
Balanced scorecard ini memang sangat ampuh. selain di perusahaan, balance scorecard juga dapat di terapkan pada organisasi lain, misalnya saja pada organisasi pemerintahanseperti di city of charlotte dan juga State of Washington. Berbagai contoh penerapan balanced scorecard tersebut adalah sebagai berikut :
- FMC dan mobil mengawali pengembangan scorecard di bawah corporate level : Divisi NAM&R dari mobil mengembangkan strategi yang eksplisit, yaitu : pertumbuhan penjualan produk-produk premium di atas rata-rata industri. segman-segmen pelanggan yang lebih tajam sasarannya, relasi win-win dengan dealer, dan sebagainya.
- Pada Brown dan Root Energy Services Division, setiap operating company diharuskan untuk bekerja sama secara erat untuk menciptakan suatu solusi bernilai tambah (value-added solutions) yang dapat mengurangi total lifecycle cost untuk pelanggan secara bersama di mana hal ini tidak mungkin di capai apabila perusahaan-perusahaan tersebut bekerja secara individual.
- Di City of Charlotte setiap departemen fungsional mengembangkan scorecard yang memungkinkan untuk mengintegrasikan lima tema strategis kota tersebut ke dalam suatu tanggung jawab harian.
- City of Charlotte dan State of Washington menggambarkan bagaimana scorecard dapat mendefinisikan suatu strategi. Bahkan untuk suatu organisasi maya (virtual organization). Scorecard menyediakan suatu disiplin untuk menggambarkan tema strategi yang penting, hasil yang di harapkan, serta hal-hal yang berpengaruh terhadap suatu kinerja (Performance Drivers)
Di lain sisi balanced scorecard telah banya k di kritik, karena tidak dapat mengakomodasi pandangan stakeholders secara lebih luas dalam kaitannya dengan organisasi. Namun Hal inilah yang coba di atasi dengan berbagai konsep pengukuran lainnya yang sudah mengakomodasi kepentingan stakeholders secara lebih luas dibandingkan dengan balanced scorecard tersebut, misalnya pengukuran dengan Business Excellence model dan Malcolm baldrige.
SILAHKAN JELAJAHI KONSEP PEMASARAN YANG DI LAKUKAN WEBSITE-WEBSITE BERIKUT ..!!
Categories: Pemasaran Tags: balanced scorecard adalah, pengukuran kinerja perusahaan menggunakan balanced scorecard

