AMBUSH MARKETING
Ambush marketing
“Walaupun sebagian orang menganggap bahwa strategi ambush marketing tidaklah etis, namun kenyataannya strategi ini tetaplah legal. Maka, strategi ambush marketing akan tetap menjadi salah satu strategi pemasaran yang efektif. Terutama menjelang perayaan even-even besar”.
Coba lah sekali-sekali anda memperhatikan sekitar anda terutama dalam dunia online, silahkan buka situs www.joga.com ( bukan promosi ya). Situs ini mirip-mirip dengan Friendster atau facebook yang konon katanya sangat terkenal itu(lha, orang S1 kok masih pake bahasa konon…mmmmm, yang penting jangan di balik konon-nya,OK..!!). di dalam situs tersebut anda bisa melihat kita juga dapat menjaring relasi dengan anggota-anggota yang lain, dan membentuk sebuah komunitas, seperti dalam situs jejaring sosial. Bedanya dengan situs jejaring sosial, di joga anggotanya terdiri dari para”gila bola”(gibol). Joga sendiri diambil dari bahasa portugis ”joga bonito” yang artinya “play beautiful”. Tentu bagi anda para pecinta sepak bola istilah ini sudah tidak asing lagi karena merupakan julukan bagi tim brazil.
Situs joga ini baru dilucurkan pada maret 2006 lalu brkat kerjasama google dan nike. Waktunya memang sangat berdekatan dengan piala dunia 2006 di jerman. Namun jangan salah google dan nike bukanlah sponsor resmi piala dunia 2006 tersebut. Sebaliknya, kedua pesaing terberat mereka Yahoo! Dan Adidas-lah yang merupakan sponsor resmi piala dunia 2006.
Inilah yang dalam dunia pemasaran dinamakan/di kenal sebagai ”Ambush marketing” . ambush marketing terjadi ketika sebuah merek menjadi sponsor resmi sebuah event-biasanya event olahraga- dan kemudian merk lain yang menjadi pesaing utamanya secara crdik berupaya mengaitkan dirinya dengan even tersebut tanpa perlu menjadi sponsor resmi. Nah, inilah keuntungan dari ambush marketing. Sebagai sponsor tidak resmi tentu google dan nike tidak perlu membayar biaya sponsorship, melakukan kampanye event piala dunia 2006 tersebut, dan mengatur kerja sama dengan penyelenggara event. Kesemua aktivitas tersebut dilakukan oleh sponsor resminya. Jadi, banyak keuntungan yang didapat lewat ambush marketing seperti ini. Dan lebih enaknya lagi strategi pemasaran seperti ini tidak melanggar hokum.
Walaupun fenomena ambush marketing ini memang lebih banyak terjadi pada event-event olahraga yang besar seperti Olimpiyade dan piala dunia sepakbola, namun di event-event lainnya pun bisa dilakukan ambush marketing. Tentu event-event tersebut harus menarik minat masyarakat luas, dan mendapatkan liputan yang luas dari media massa, misalnya saja pemutaran film, konser music, dan bahkan demonstrasi. Cara melakukan ambush marketing ini sangat beragam sekali. Dalam sebuah event olahraga msalnya, perusahaan bisa saja tidak mensponsori eventnya, namun mensponsori individu atau tim yang terlibat dalam event tersebut. Misalnya saja tim sepak bola Indonesia yang disponsori oleh perusahaan Nike sedangkan penyelenggaraan piala dunianya disponsori (sponsor resmi) oleh Adidas. Atau bisa saja sebuah aksi demonstrasi di gedung DPR MPR disponsori oleh kondom fiesta, namun sepanjang jalan banyak spanduk kondom sutra yang notabene bukan sponsor demo tersebut.
Tampilan visualpun dapat menjadi alat ambush marketing yang ampuh. Contohnya situs joga tadi, jika diperhatikan situs tersebut tidak mengandung piala dunia ataupun berhubungan dengan gambar, icon kata-kata piala dunia jerman 2006. Namun karena momennya memang bertepatan dengan even tersebut, maka mau tidak mau orang akan mengasosiasikan web tersebut dengan event piala dunia 2006.
Bagi perusahaan yang menjadi sponsor resmi, maupun terutama pihak penyelenggara event, ambush marketing memang merugikan. Citra perusahaan yang menjadi sponsor utama yang semula di harapkan dapat terangkat karena keikut sertaannya secara eksklusif dalam mensponsori sebuah event tersebut menjadi “ternetralisir” karena perusahaan pesaingnya juga ikut berpartisipasi dengan cara pribadi, yang jelas-jelas perusahaan event tidak mendapatkan biaya sponsorship dari perusahaan yang melakukan ambush marketing. Walaupun begitu, umumnya kalangan industry sepakat bahwa ambush marketing tidak dapat dihindarkan. Sebagian orang bahkan menganggap ambush marketing ini merupakan perbuatan yang tidak etis. Namun masaahnya adalah, strategi ini tetaplah legal. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah mereka yang melakukan ambush marketing selama tidak ada aturan yang melarangnya. Karena itu, strategi ini akan tetap menjadi salah satu strategi pemasaran yang efektif dan menjadi pilihan utama sejumlah perusahaan besar terutama menjelang penyelenggaraan event-event besar.
Contoh lain praktek ambush marketing :
- Pada Olimpiade 1984, Fuji memperoleh hak sebagai sponsor resmi. Tetapi secara cerdik Kodak mengambil peluang dengan membeli hak siar televisi dan menjadi sponsor tim atletik AS. Karena siaran pertandingan atletik di televisi ternyata banyak peminatnya, maka tidak heran apabila masyarakat lebih banyak melihat iklan Kodak daripada Fuji. Pada tahun 1988 di Seoul, Fuji melakukan pembalasan terhadap Kodak yang menjadi sponsor resmi saat itu.
- Saat menerima medali emas di Olimpiade Barcelona 1992, pebasket michael jordan secara terang-terangan menutup logo Reebok, sebagai sponsor utama tim Olimpiade AS, dengan bendera nasionalnya. Ini dilakukan karena Jordan dikenal sebagai ikon produk Nike.
- Coca Cola menjadi sponsor resmi piala dunia sepakbola 2002. Namun di Argentina, Pepsi membuat iklan di TV dan media cetak dengan menggunakan pemain terkenal dan mencantumkan istilah “Tokyo 2002″. Kemudian Pepsi menggunakan figur David Beckham dalam iklan-iklan yang ditayangkan ke seluruh dunia. Kampanye ini ternyata cukup berhasil, karena menurut hasil survei AC Nielsen, ada 13,2% responden menganggap Pepsi sebagai sponsor resmi Piala Dunia 2002.
- Di Indonesia, seorang pebulu tangkis terkenal beberapa kali menggunakan pakaian bermerek lain di luar Yonex dalam beberapa kesempatan, walaupun Yonex adalah sponsor resmi untuk peralatan dan pakaian pebulu tangkis nasional.
