Posts Tagged ‘ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM POTONG DI WILAYAH PARUNG HIJAU’

ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM POTONG DI WILAYAH PARUNG HIJAU

BUAT YANG SUKA ONLINE BISA DI BILANG USAHA INI TANPA MODAL, COBAIN DEH..Di!!

SAMA INI..!!!



ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL
USAHA TERNAK AYAM POTONG DI WILAYAH PARUNG HIJAU

Indo Yama Nasarudin

Abstract
This research analyse the feasibility of economic and financial on bisnis crosscut chicken. Economic Performance for business crosscut chicken was good for marketing and produce aspect and good enough for management and human resource aspect. While seen from finance aspect assess the Benefit cost ratio (BCR) [of] equal to 1.16 Value of Payback Period is 9,12 year, below time specified 10 year. positive valuable Net Present Value equal is RP 88.496.379 Value of profitability index equal to 1,08. rate of return (IRR) equal to 31.533% Pursuant to measurement finansial as a whole indicate that the effort competent poultry to be continued.

Key word : Economic and Financial Feasibility

1. PENDAHULUAN
Eksistensi UKM dalam perekonomian Indonesia cukup dominan dan signifikan. Sedikitnya, terdapat 3 (tiga) indikator yang menunjukkan bahwa keberadaan UKM di Indonesia memiliki posisi dominan dan signifikan. Pertama, jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi. Berdasarkan data pada Biro Pusat Statistik dan Kementrian Koperasi & UKM, jumlah UKM tercatat 42,39 juta, dengan ketentuan 98 % tergolong usaha kecil, 1.5% tergolong usaha kecil dan 0,5% tergolong usaha menengah. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Setiap unit investasi pada sektor UKM dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bila dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha besar. Sektor UKM menyerap 79,04 juta tenaga kerja atau 99,4% dari total angkatan kerja yang bekerja. Ketiga, kontribusi UKM dalam pembentukan PDB cukup signifikan yakni sebesar 56,72% dari total PDB (BPS, 2004).
Bagi pihak intermediary system, semangat pengembangan UKM masih sangat ”canggung“ untuk ditanggapi, artinya pengembangan UKM yang digalakkan oleh pemerintah (kementrian Koperasi) dipandang masih sangat sulit menjadi primadona portfolio investasi yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Dengan adanya kecenderungan ini, lumrah saja jika fakta penguasaan aset nasional untuk pengusaha golongan ekonomi lemah hanya mencapai 8 %, kemudian usaha koperasi juga hanya mencapai 10%. Sedang untuk BUMN pengusaan aset nasional mampu mencapai 24% dan sisanya sebesar 58% dikuasai oleh 200-300 group usaha besar.
Di sisi lain, permasalahan UKM yang berkaitan dengan sumber daya manusia (human resources), manajemen, funding access, informasi teknologi dan market acces membuat para pengusaha UKM –umumnya- memposisikan diri untuk ”apatis“ dalam membangun simbiosis yang harmonis dengan pihak intermediary. Hal ini terbukti dengan data yang menunjukkan bahwa hanya 31% pihak UKM yang menerima kucuran kredit, sisanya sebanyak 21% ditolak (tidak visible) dan bahkan 48% pengusaha UKM tidak mengajukan kredit pembiayaan sama sekali dari pihak perban.
Berkenaan dengan hal itu salah satu industri memiliki potensi untuk dikembangkan dan sebagai penopang kebutuhan pokok rakyat yang berkembang adalah peternakan ayam potong. Namun masih banyak kendala yang dihadapi para pelaku usaha pada komoditas ini. Akhir-akhir ini kenaikan bahan baku menyebabkan tingkat keuntungan pelaku usaha semakin berkurang meski efisiensi biaya produksi telah dilakukan, sementara jika harga dinaikkan dengan kondisi daya beli masyarakat yang makin lemah membuat kehidupan masyarakat kian sulit. Untuk itu perlu dilakukan kajian yang mendalam baik dari aspek produksi, pemasaran dan keuangan dalam mengukur tingkat kelayakan sekaligus melihat peluang dan hambatan pada industri ini. Apalagi ditambah dengan kondisi merebaknya penyakit flu burung yang menjadikan permintaan terhadap daging ayam merosot tajam.
Berdasarkan paparan tersebut maka dalam kajian ini akan dirancang analisis kelayakan ekonomi yang terdiri dari analisis marketing, produksi dan sumberdaya manusia dan analisis finansial untuk melihat kelayakan usaha ternak ayam potong di wilayah Parung Hijau.

2. METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisa kajian literatur yang berkenaan dengan variable-variabel yang digunakan dalam pengumpumpulan data. Pendekatan kuantitatif diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner kepada responden. Pendekatan ini dilakukan agar kajian ini memperoleh hasil yang valid dan komprehensif.
Dari populasi yang menjadi subjek dalam kajian ini, kemudian diambil sampel. Responden yang menjadi sampel penelitian untuk masing-masing kegiatan studi kelayakan ekonomi dan finansial UKM dilakukan dengan purposive sampling berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah sebagai berikut:
§ Pelaku UKM yang menjalankan usaha ternak ayam potong di wilayah Parung Hijau. Read more…

Incoming search terms:

  • analisa kelayakan ternak ayam potong
  • TERNAK AYAM POTONG
  • analisa kelayakan ayam pedaging
  • investasi ayam potong
  • kelayakan ayam pedaging bisnis

1 comment - What do you think?  Posted by - December 10, 2009 at 3:30 am

Categories: Pemasaran   Tags: ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM POTONG DI WILAYAH PARUNG HIJAU, bisnis ayam, Economic and Financial Feasibility, skb, studi kelayakan bisnis, ternak ayam

Your Ad Here