Taktis di saat Krisis, Sustainable Marketing Melalui CSR
By planktonz at 30 November, 2009, 8:54 pm
Sejumlah perusahaan tampaknya kini mulai berajak dari paradigma lama menerapkan strategi pemasaran dan menggantinya menjadi pola pemasaran berkelanjutan atau sustainable marketing. Suka atau tidak, kompetisi yang semakin ketat menjadikan para pemain di pasar terus memutar otak untuk meraih simpati dan meraih daya beli konsumen. Tak hanya melalui model pemasaran tradisional, bahkan belakangan sejumlah praktisi mulai memutar otak menuju model pemasaran modern yang lebih terintegrasi.
Lalu model pemasaran apa yang kini mulai diterapkan oleh perusahaan? Krisis agaknya telah menjadi pemicu bagi para pelaku bisnis untuk terus mendengungkan efisiensi. Atas dalih efisiensi berapa sejumlah perusahaan kelas korporat hingga kelas teri pun berlomba-lomba menerapkan efisiensi. Mulai dari mengurangi anggaran setiap divisi sampai dengan merumahkan karyawannya. Adalah Astra Internasional, salah satu perusahaan yang merupakan market leader di sektor otomotif yang kemudian tak lantas latah membabi buta melakukan efisiensi.
Tak dipungkiri, sebagai Holding Company Astra Internasional memang telah melakukan lay off pada sejumlah karyawannya. Meskipun demikian Astra juga terus melakukan terobosan dengan menerapkan efisiensi secara internal. “Go Green” company begitulah kiranya tema yang tengah diusung oleh perusahaan yang tak pernah absen menjadi market leader dalam industri otomotif ini. Meski pada awalnya terkesan muskil, namun toh dengan upaya ini, usaha Astra telah menunjukkan titik terang. Konsep pencitraan dan corporate branding yang berbeda begitulah kiranya yang hendak didengungkan produsen motor Honda ini. Menariknya, program go green yang sudah diinternalisasikan di Astra juga ikut berpengaruh dalam operasionalnya. Beberapa upaya seperti penggunaan bahan ramah lingkungan, penghematan energi seperti listrik dan air konon tengah dicobakan di Astra dan beberapa anak perusahaan secara internal.
Berbeda dengan Astra, sejumlah Bank seperti BNI 46, Bank Danamon dan Bank Permata belakangan juga mulai melakukan aktivitas yang mengarah pada pencitraan perusahaan sebagai perusahaan yang ramah lingkungan. Beberapa tindakan seperti penggunaan bahan kertas seminimal mungkin seperti yang diterapkan Bank Permata, Bank Danamon melalui kegiatan Danamon Peduli, BNI 46 dengan kegiatan sosialnya sedikit banyak telah mempengaruhi image perusahaan.
Salah Kaprah Tentang CSR
Banyak perusahaan yang akhir-akhir ini terus gencar melakukan kegiatan social dan kemudian mengklaimnya sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibilites (CSR). Pemahaman yang salah mengenai CSR telah menjadikan konsep CSR semakin kabur dan tidak jelas. Ironisnya, campur aduk CSR dan kegiatan sosial justru tak dipahami dengan benar.
Konsep CSR sejatinya merupakan bagian dari upaya pemberdayaan sosial yang hendak disandingkan dengan kepentingan perusahaan. Sejalan dengan kewajiban perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial melalui undang-undang CSR tahun 2007, implementasi CSR sejatinya bukan sekadar bagi-bagi sembako kepada kaum miskin atau sekadar penanaman 1000 pohon. Dalam konsep pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, konsep CSR hendaknya dilakukan dalam jangka panjang melalui program-program yang mampu menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat atau pun komunitas. Itu artinya CSR haruslah memiliki dampak secara ekonomi dan sosial.
Pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan UKM yang merupakan pola kemitraan antara perusahaan dan masyarakat mungkin bisa jadi salah satu alternatif. Melalui cara ini perusahaan bisa membangun kemitraan dan meningkatkan kepedulian mereka. Tengok saja pada apa yang dilakukan Marta Tilaar dengan memberikan pelatihan bagi para penjual jamu. Selain mendorong pencitraan perusahaan dan sekaligus corporate branding, strategi ini juga dapat meningkatkan market growth dari produk keluaran Martha Tilaar, terutama untuk produk-produk jamu di kelas menengah.
Incoming search terms:
- csr marketing
- pemasaran csr
- CSR in Marketing
- strategi pemasaran martha tilaar
- isu sustainable csr oleh perusahaan
- csr dan pemasaran
- konsep pencitraan
- CSR dalam pemasaran
- csr sebagai pemasaran
- konsep CSR












No comments yet.